Tampilkan postingan dengan label sejarah kelas xii. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah kelas xii. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2019

Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Kehidupan Indonesia di Masa Demokrasi Terpimpin


sejarah_12
Squad, tahu nggak kalau setelah merdeka pada tahun 1945, sebagai negara baru Indonesia pernah beberapa kali berganti sistem pemerintahan. Setelah “mencoba” demokrasi liberal, Indonesia mengubah haluan sistem pemerintahannya ke sistem demokrasi terpimpin. Hal ini dimaksudkan agar seluruh keputusan serta pemikiran yang berkaitan dengan negara berpusat pada pemimpin negara saat itu, yaitu Soekarno. Masa Demokrasi Terpimpin dimulai sejak lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
KONDISI POLITIK DI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Pada 9 Juli 1959, Kabinet Djuanda dibubarkan dan diganti menjadi Kabinet Kerja yang dilantik pada 10 Juli 1959. Kabinet ini memiliki program kerja yang disebut Tri Program yang meliputi:
(1) masalah-masalah sandang dan pangan,
(2) keamanan dalam negeri, dan
(3) pengembalian Irian Barat.
KONDISI POLITIK INDONESIA DI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Kebijakan-kebijakan politik yang terdapat dalam infografis di atas tentunya tidak lepas dari berbagai kecaman karena adanya penyimpangan. Seperti penetapan Soekarno sebagai Presiden Seumur Hidup. Hmm, kok bisa? Waktu itu masih bisa, karena waktu itu UUD 1945 belum diamandemen, dan di Pasal 7 saat itu hanya disebutkan bahwa presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya boleh dipilih kembali. Wah, kalau sekarang tentu nggak bisa yaa.
Selain itu, keberadaan MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) dan DPAS (Dewan Pertimbangan Agung Sementara) juga menuai kontroversi. Kenapa? Tidak lain karena pembentukannya dibuat langsung oleh presiden, bahkan diketuai olehnya. Padahal seharusnya, badan seperti MPRS dipilih melalui Pemilu (Pemilihan Langsung).
PERISTIWA PENTING DI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN batas
Kehidupan Indonesia di masa Demokrasi Terpimpin ini memicu terjadinya berbagai peristiwa penting. Peristiwa apa saja, bisa kamu cek di infografis di bawah ini ya, Squad!
PERISTIWA PENTING DI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
KONDISI EKONOMI DI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Kondisi ekonomi pada masa awal Demokrasi Terpimpin sangat terpuruk akibat pemberontakan-pemberontakan yang terjadi. Untuk mengatasi keadaan ekonomi pada masa ini, sistem ekonomi berjalan dengan sistem komando, di mana alat-alat produksi dan distribusi yang vital harus dimiliki dan dikuasai negara atau minimal di bawah pengawasan negara.

1. Pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas) dan Badan Perancangan Pembangunan Nasional (Bappenas)
Upaya perbaikan perekonomian Indonesia dilakukan dengan pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas) pada 15 Agustus 1959 yang dipimpin Moh. Yamin. Dapernas kemudian menyusun program kerjanya berupa pola pembangunan nasional yang disebut sebagai Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan mempertimbangkan faktor pembiayaan dan waktu pelaksanaan pembangunan. Pola Pembangunan Semesta dan Berencana terdiri atas Blueprint tripola yaitu proyek pembangunan, pola penjelasan pembangunan dan pola pembiayaan pembangunan.
Pada tahun 1963, juga dibentuk Badan Perancangan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin Presiden Soekarno sebagai pengganti Depernas. Tugas Bappenas adalah menyusun rencana pembangunan jangka panjang maupun pendek.

2. Penurunan nilai uang
Untuk membendung inflasi dan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, pada tanggal 25 Agustus 1950 pemerintah mengumumkan penurunan nilai uang. Gimana sih penurunan nilai uang tersebut? Sebagai contoh, untuk uang kertas pecahan Rp500 nilainya akan berubah menjadi Rp50 begitu seterusnya. Selain itu, semua simpanan di bank yang melebihi Rp25.000 akan dibekukan.

3. Melaksanakan Deklarasi Ekonomi (Dekon)
Pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru bagi perbaikan ekonomi secara menyeluruh yaitu Deklarasi Ekonomi (Dekon). Tujuan dibentuknya Dekon adalah untuk menciptakan ekonomi yang bersifat nasional, demokratis, dan bebas dari imperialisme. Meski begitu, dalam pelaksanaannya Dekon tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi, Dekon justru mengakibatkan perekonomian Indonesia stagnan. Masalah perekonomian diatur atau dipegang oleh pemerintah sedangkan prinsip-prinsip dasar ekonomi banyak diabaikan.

4. Pembangunan Proyek Mercusuar
Keadaan perekonomian semakin buruk karena pembengkakan biaya proyek mercusuar. Proyek Mercusuar Soekarno adalah proyek pembangunan ibukota agar mendapat perhatian dari luar negeri. Untuk memfasilitasi Ganefo (Games of the New Emerging Forces) sebagai tandingan dari Olimpiade, pemerintah membangun proyek besar seperti gedung CONEFO yang sekarang dikenal sebagai DPR, MPR, DPD DKI Jakarta, Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, pembangunan Monumen Nasional (Monas), dan pusat pertokoan Sarinah.
 pembangunan Gelora Bung Karno
Pembangunan Kompleks Olahraga di Senayan, termasuk Gelora Bung Karno merupakan proyek yang ambisius pada saat itu. (Sumber: sejarahri.com).
KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA DI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
1. Larangan pedagang asing di luar ibukota daerah
Dalam bidang sosial, pada masa Demokrasi Terpimpin pernah terjadi konflik antar pedagang asing, terutama Cina. Pada 1 Januari 1960, para pedagang asing dilarang berdagang di pedesaan. Akibatnya, banyak di antara mereka yang dipindahkan ke kota. Atas kebijakan tersebut pemerintah di Beijing memberikan reaksi keras terhadap usaha tentara Indonesia melarang warga negara asing (etnis Cina) bergerak dalam bidang usaha eceran diluar kota-kota besar.

2. Kerusuhan di Jakarta
Pada masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia, keadaan sosial Indonesia mulai kacau. Kedutaan besar Inggris dan 21 rumah stafnya dibakar habis di Jakarta. Sebagai balasan, kedutaan besar Indonesia di Malaysia juga mengalami kerusakan. Hal ini berujung pada pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura.
Demokrasi Terpimpin
Soekarno ketika masa Demokrasi Terpimpin (Sumber: qudsfata.com).

3. Konflik Lekra dengan Manikebu
Dalam bidang kebudayaan, juga terdapat konflik Lekra dan Manikebu. Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) kelompok pendukung ajaran Nasakom sementara Manikebu (Manifesto Kebudayaan) adalah sekelompok cendekiawan yang anti dengan ajaran tersebut. Kelompok Manikebu mendukung Pancasila, namun tidak mendukung ajaran Nasakom. Manikebu tidak ingin kebudayaan nasional didominasi ideologi tertentu. Manikebu kemudian dilarang oleh pemerintah RI karena dianggap menunjukkan sikap ragu-ragu terhadap revolusi. Tokoh-tokoh dalam Manikebu antara lain H.B. Jassin dan Taufiq Ismail.

4. Pelarangan musik dan tarian ala Barat
Squad, sekarang kamu tentu bisa dengar berbagai musik dan menarikan berbagai tarian dengan bebas, ‘kan? Berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin, segala aspek kehidupan masyarakat berada di bawah dominasi politik. Bahkan, kelompok seniman Koes Bersaudara (Koes Plus) juga pernah ditahan oleh pihak Kejaksaan karena dianggap memainkan musik yang kebarat-baratan. Melalui pidato-pidatonya, Presiden Soekarno mengecam kebudayaan Barat berupa musik “rock and roll”, dansa ala “cha-cha”, musik pop.
Hidup di masa sekarang tentunya berbeda dengan kehidupan Indonesia di masa demokrasi terpimpin, ya. Jika di masa sekarang kita bisa hidup bebas, di masa itu pemerintah hampir “memasuki” semua aspek kehidupan.
Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Kehidupan Ekonomi dan Politik Masa Reformasi


sejarah_12
Artikel ini membahas seputar kehidupan politik dan ekonomi masa reformasi. Sebuah fase baru yang lahir setelah 32 tahun pemerintahan orde baru berkuasa. Ada banyak perubahan pada kebijakan-kebijakannya. 
--
Squad, kamu tahu apa itu reformasi dan kapan terjadinya nggak? Kalau misalnya kamu belum tahu dan ingin mengetahuinya, maka kamu harus memahami terlebih dahulu masa pemerintahan orde baru. Kenapa? Karena reformasi lahir setelah orde baru tumbang. Apa sih reformasi itu?
Reformasi adalah
Reformasi lahir setelah negara kita ini mengalami krisis yang melanda berbagai aspek, mulai dari kehidupan, ekonomi, politik, hukum, kepercayaan, dan yang parahnya lagi adalah krisis kebutuhan pokok. Karena pada masa orde baru itu Indonesia mengalami krisis yang cukup parah, akhirnya muncullah gerakan-gerakan mahasiswa dan masyarakat lainnya yang meminta Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya.
Proses terjadinya reformasi
Setelah Soeharto mundur, jabatan presiden diserahkan kepada wakilnya, yaitu B.J Habibie. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pasal 8 UUD 1945. Setelah naiknya Habibie sebagai presiden, kondisi politik dan ekonomi pun kian berubah. Proses dan penerapan demokrasi di Indonesia mulai membaik. Presiden dipilih berdasarkan pemilu dalam skala 5 tahun sekali, dan semua masyarakat memiliki hak memilihnya.
kehidupan politik dan ekonimi masa reformasi
1. Masa Pemerintahan B.J. Habibie
Presiden ketiga Republik Indonesia ini hanya menjabat sebentar lho, Ia menjabat selama 1 tahun 5 bulan. Kok sebentar banget? Soalnya nih, bapak presiden kita yang terkenal dengan kejeniusannya ini, pada saat itu dianggap sebagai perpanjangan tangan rezim orde baru. Jadi, rakyat menuntut Habibie untuk segera melakukan pemilihan umum Squad.
Meskipun sebentar, kepemimpinan Pak Habibie keren banget lho. Bayangin deh, dalam waktu singkat pemerintahannya berhasil menyelamatkan krisis moneter yang terjadi pada masa orde baru. Dan pemerintahannya membentuk kabinet reformasi pembangunan. Kemudian menelurkan beberapa kebijakan di bidang politik dan ekonomi.
Nah, berikut inilah upaya-upaya bidang politik yang dilakukan oleh pemerintahan Habibie:
  • Mengganti 5 paket undang-undang dan 3 di antaranya diubah agar lebih demokratis
  • Kebebasan rakyat dalam menyalurkan aspirasi
  • Melakukan pencabutan terhadap pembredelan pers
  • Jejak pendapat wilayah Timor-timur
  • Memberikan abolisi (Hak kepala Negara untuk menghapuskan hak tuntutan pidana) kepada 18 tahanan dan narapidana politik (orang-orang yang pernah mengkritik presiden).
  • Pengurangan jumlah anggota ABRI di MPR, dari 75 orang menjadi 38 orang.
  • Polri memisahkan diri dari ABRI menjadi Kepolisian RI. Istilah ABRI berubah menjadi TNI.
Selain upaya dalam bidang politik, ada juga upaya yang dilakukan dalam bidang ekonomi, di antarnya:
  • merekapitulasi perbankan dan menurunkan inflasi,
  • merekonstruksi perekonomian nasional,
  • melikuidasi bank-bank bermasalah,
  • membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional
  • menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga dibawah Rp 10.000,-
  • mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli atau persaingan tidak sehat
  • mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
2. Masa Pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Kamu tahu kan kalau Gus Dur itu adalah presiden RI ke-4? Tahu dong harusnya. Nah Gus Dur menjabat mulai dari tahun 1999 sampai 2001. Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden tidak terlepas lho dari peran MPR yang pada saat itu menolak laporan pertanggungjawaban Presiden Habibie. Akhirnya, Gus Dur terpilih deh jadi presiden melalui dukungan partai-partai islam yang menjadi poros tengah. Sedangkan wakilnya, dimenangkan oleh Megawati Soekarnoputri yang berhasil mengalahkan Hamzah Haz. Kemudian dilantik pada 21 Oktober 1999.
Setelah menjabat, pemerintahan Presiden Gus Dur mengelurkan beberapa kebijakan politik, beberapa di antarnya adalah:
  • Departemen Penerangan dibubarkan, dianggap mengganggu kebebasan pers.
  • Departemen Sosial dibubarkan, dianggap sebagai sarang korupsi.
  • Menyetujui penggantian nama Irian Jaya menjadi Papua pada akhir Desember 1999.
  • Masyarakat etnis Tionghoa diperbolehkan untuk beribadah dan merayakan tahun baru imlek.
  • Diumumkannya nama-nama menteri Kabinet Persatuan Nasional yang terlibat KKN.
  • Pencabutan peraturan mengenai larangan terhadap PKI dan penyebaran Marxisme dan Leninisme.
  • Membekukan MPR dan DPR.
Pada masa pemerintahan Gus Dur, kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik nih dibandingkan era sebelumnya. Misalnya nih, laju pertumbuhan PDB (nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi negara) mulai positif, laju pertumbuhan ekonomi yang hampir mencapai 5% membuat Indonesia menuju pemulihan perekonomiannya.
Tapi Squad, ternyata banyak lho pihak yang tidak senang dengan beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh Gus Dur. Banyak yang menganggap kebijakan Gus Dur terlalu sering menuai kontroversi. Hingga mengakibatkan kredibilitas Gus Dur perlahan-lahan menurun.
Nah oleh sebab itu, kepemimpinan Gus Dur tidak berlangsung lama. Ia harus mundur dari jabatannya pada 23 Juli 2001. Puncak jatuhnya itu ketika MPR yang saat itu dipimpin oleh Amin Rais, atas usulan DPR mempercepat sidang istimewa MPR. MPR menilai Presiden Gus Dur melanggar Tap. No. VII/MPR/2000 dan atas kebijakan-kebijakannya yang kontroversial. Setelah Gus Dur lengser, kemudian jabatan presiden digantikan oleh wakilnya, yaitu Megawati Soekarnoputri.
Sejak saat itu, pemilihan presiden kemudian dilakukan setiap 5 tahun sekali Squad. Setelah Megawati selesai menjabat, terpilihlah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan menjabat selama 2 periode. Setelah SBY selesai menjabat, selanjutnya adalah Joko Widodo (Jokowi) yang sampai hari ini masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Presiden-Presiden Era Reformasi

Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Peran Pemuda di Masa Perubahan Orde Baru dan Reformasi


sejarah_12
Di artikel sejarah kelas XII ini, kamu akan mengetahui peran pemuda di masa perubahan orde baru dan reformasi.
--
“Berikan aku seribu orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia!”
Kutipan dari Bung Karno tersebut mungkin sudah tidak asing di telinga kamu ‘kan? Sejak dulu, kehadiran pemuda memang dianggap dapat membawa perubahan, termasuk peran pemuda dalam pergantian pemerintah orde baru ke reformasi. Di masa itu, banyak pemuda yang tidak setuju dengan sebagian kebijakan pemerintah. Alhasil,  di tahun 1998, terjadi protes besar-besaran dari pemuda dan mahasiswa. Untuk tahu bagaimana pemuda berperan di masa perubahan orde baru ke reformasi, simak baik-baik artikel ini, Squad!
Pemerintahan masa orde baru berlangsung hingga 32 tahun, tepatnya dari tahun 1966 hingga 1998. Ada berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah masa orde baru. Meski ada sebagian yang baik untuk kelangsungan Bangsa Indonesia, ada juga kebijakan yang dianggap tidak memihak pada rakyat.
Faktor pemicu protes pada masa reformasi
Berbagai masalah yang ada di infografik di atas akhirnya memicu protes yang menghasilkan dua peristiwa besar bagi sejarah Indonesia. Kira-kira peristiwa apa ya? Hmm…
Peristiwa Trisakti (Mei 1998)
Setelah sebelumnya mahasiswa melalui HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Denpasar melakukan unjuk rasa menuntut reformasi, pada 4 Mei 1998, empat organisasi mahasiswa mengajukan usulan melalui Sidang Umum MPR kedua. Berbagai usaha terus dilakukan untuk membawa reformasi di Indonesia, mulai dari diskusi antar guru besar hingga unjuk rasa.
Sampai akhirnya, pada 12 Mei 1998 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan Universitas Trisakti, Jakarta. Perisitiwa ini memakan enam korban jiwa dari kalangan mahasiswa akibat tembakan aparat keamanan. Di antaranya adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hertanto, Hendirawan Lesmana, dan Hafidhin Royan. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama Tragedi Trisakti.
 Suasana Tragedi Trisakti Mei 1998_Orde Baru_Reformasi
Suasana Tragedi Trisakti Mei 1998 (Sumber: indowarta.com).
Peristiwa tersebut tidak membuat semangat mahasiswa surut, dan justru menyulut adanya demonstrasi yang lebih besar pada 13-14 Mei 1998. Di Jawa Tengah, mahasiswa menduduki kantor DPRD Jawa Tengah dan memaksa para wakil rakyat untuk turut dalam aksi keprihatinan. Selain di Jawa Tengah, kerusuhan juga terjadi di wilayah Indonesia lainnya, termasuk Jakarta. Aksi tersebut diperparah dengan penjarahan di berbagai belahan Jakarta.
Puncaknya, pada 18 Mei 1998, mahasiswa berhasil menduduki atap gedung DPR/MPR RI di Senayan. Di hari yang sama, ketua MPR/DPR RI, Harmoko, menyarankan presiden untuk mengundurkan diri. Mahasiswa pun menuntut dilakukannya Sidang Istimewa. Meski begitu, Presiden Soeharto masih belum mau mundur dari jabatannya.

Mahasiswa Menduduki Gedung DPR-MPR RI Mei 1998_Orde Baru_Reformasi
Mahasiswa Menduduki Gedung DPR/MPR RI Mei 1998 (Sumber: bem.eng.ui.ac.id).

Berbagai usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 19 Mei 1998, beberapa menteri kabinet Soeharto memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Kondisi yang semakin tidak terkendali akhirnya memaksa Soeharto untuk meletakkan jabatannya di depan Mahkamah Agung pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 10.00 pagi. Pada saat yang sama, Soeharto kemudian menunjuk wakilnya B.J. Habibie untuk menggantikan posisinya.
Peristiwa Semanggi I dan II (November 1998)
Meski kepemimpinan Orde Baru saat itu sudah berganti, bukan berarti permasalahan selesai. Pada November 1998 pemerintahan transisi Indonesia mengadakan Sidang Istimewa untuk membahas agenda pemerintahan serta Pemilu. 
Mahasiswa bergolak kembali karena tidak mengakui pemerintahan B. J. Habibie dan tidak percaya dengan anggota DPR/MPR ketika itu. Mereka juga mendesak untuk menyingkirkan militer dari politik serta menuntut pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru. Saat itu, apapun yang dilakukan oleh mahasiswa mendapat perhatian ekstra dari pimpinan universitas karena mahasiswa berada di bawah tekanan aparat.
 Dokumentasi Peristiwa Semanggi November 1998
Dokumentasi Peristiwa Semanggi November 1998 (Sumber: tendasejarah.com).

Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I yang terjadi pada 11-13 November 1998 yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh Jakarta serta menyebabkan 217 korban luka-luka.
Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Sejarah Terjadinya Revolusi Hijau


sejarah_12
Artikel Sejarah Kelas XII ini akan membahas tentang sejarah terjadinya revolusi hijau di dunia dan di Indonesia.
---
Bahagia deh rasanya jika kamu yang tinggal di daerah perkotaan melihat persawahan yang sudah menguning siap untuk dipanen. Ya iyalah. Kalau di kota-kota besar pasti ngeliatnya kalau bukan kemacetan pasti polusi kan? Nah, di artikel ini kita akan membahas sejarah yang berkaitan dengan dunia pertanian nih, Squad. Penasaran kan? Keep scroll ya!
Kamu pernah mendengar tentang Revolusi Hijau nggak? Ini bukan sebuah gerakan dengan pakaian hijau-hijau lho ya. Revolusi Hijaumerupakan sebuah usaha dalam mengembangkan teknolosi pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan. Revolusi ini dengan kata lain mengubah pertanian yang sebelumnya menggunakan teknologi tradisional, menjadi pertanian dengan teknologi modern.
Thomas Robert Malthus menyatakan bahwa Revolusi Hijau terjadi karena semakin meningkatnya jumlah penduduk di dunia, namun tidak diiringi dengan peningkatan jumlah produksi pangan.
sejarah revolusi hijau - thomas malthus
Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa lembaga yang melakukan penelitian seperti Ford Foundation dan Rockerfeller Foundation. Lembaga-lembaga tersebut melakukan penelitian di negara-negara berkembang. Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan menjadi objek penelitian mereka. Kita ambil contohnya di negara Meksiko dan Filipina ya.
Pertama, kita ke Meksiko dulu. Di tahun 1944, ada sebuah pusat penelitian bening jagung yang didukung Rockerfeller Foundation. Apakah penelitian tersebut berhasil? Wuuoooh sudah tentu dong. Penelitian tersebut berhasil menemukan beberapa varietas baru dari hasil jagung yang hasilnya di atas rata-rata varietas lokal Meksiko.
Sekarang kita beralih ke Filipina ya. Nah pada tahun 1962, Rockerfellar Foundation dan Ford Foundation mendirikan sebuah badan penelitian tanaman di Los Banos. Nama badan tersebut ialah International Rice Research Institute (IRRI). Apa sih yang dilakukan IRRI? Simak kata Rogu berikut ya.
sejarah revolusi hijau - norman borlaug
Gimana dengan Indonesia pada waktu itu? Apa sudah ada Revolusi Hijau?
Yaps, pada masa Orde Baru, tepatnya sejak dilaksanakannya Pelita I di tahun 1969, Revolusi Hijau diterapkan dan fokus pada peningkatan hasil pertanian (beras). Pelaksanaannya ada 4 program yakni intensifikasi pertanian, ekstensifikasi pertanian, diversifikasi pertanian, dan rehabilitasi. Kita bahas satu per satu ya
Pertama, intensifikasi pertanian. Ini diterapkan dalam bentuk Panca Usaha Tani yakni pemilihan bibit unggul, pengaturan irigasi, pemupukan, teknik pengolahan tanah, dan pemberantasan hama. Kedua, ekstensifikasi pertanian. Langkah ini merupakan perluasan area pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan. Contohnya itu seperti pemanfaatan hutan, lahan gambut, atau padang rumput untuk digunakan sebagai lahan pertanian.
Ketiga, diversifikasi pertanian. Ini dapat katakan pengalokasian sumber daya pertanian ke beberapa aktivitas lainnya yang menguntungkan, baik secara ekonomi atau lingkungan. Contohnya menanamkan beberapa jenis tanaman dalam satu lahan atau memelihara beberapa hewan ternak dalam satu kandang. Nah, yang terakhir, rehabilitasi. Rehabilitasi ini merupakan sebuah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui segala hal terkait pertanian. Misalnya memperbaiki sawah tadah hujan menjadi sawah irigasi.
sejarah revolusi hijau - hafalan jitu.jpg.crdownload

Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

Belajar Sejarah Konflik Asia Timur dari Drama Korea


Sejarah Perang Korea Utara dan Korea Selatan
Artikel ini menjelaskan sejarah terjadinya perang antara Korea Selatan dan Korea Utara. Perang kedua negara merupakan Konflik Asia Timur yang sampai saat ini belum selesai.
--
Siang itu di kantin sekolah, Marla terlihat fokus memandangi layar smarthphone-nya. Ia seperti menolak matanya yang hendak berkedip. Es teh di gelasnya sudah hampir habis. Dan benar, sedotan terakhir, “Sluurrrpp, sroot, sroot, sroot”.
Temannya yang bernama Diki sudah selesai makan, sambil memperhatikan Marla yang sedari tadi fokus dengan layar smartphone-nya, ia sudah menduga kalau Marla sedang menonton drama Korea.
“Apa serunya sih nonton drama Korea?” Lima jari Marla mengangkat dan mengarah ke muka Diki. Diki mengerti kalau Marla akan menjawab setelah ia selesai menonton.
Marla mencopot headset dan menaruh smartphone-nya di meja. Ia siap menjawab pertanyaan Diki. Menurut Marla, drama Korea itu seru dan keren, berbeda dengan sinetron-sinetron yang ada di channel tv kita. Lewat Drama Korea, Marla bisa tahu seperti apa kehidupan di Korea itu.
Hal yang menarik buat Marla, dalam drama Korea itu setiap pemeran selalu menggunakan produk-produk asli Korea, seperti mobil yang digunakan pasti yang mereknya Hyundai, dan itu buatan Korea. Terus handphone, mereka selalu menggunakan merek Samsung, yang mana itu juga produk Korea. Begitu juga dengan produk-produk Korea lainnya, selalu saja dimunculkan.
“Sekalian promosi dong?” Tanya Diki.
“Tul! Itulah kerennya Korea. Itu semua juga ada campur tangan pemerintah di sana lho, yaa tujuannya biar masyarakat Korea tetap cinta dan memakai produk asli negaranya, selain itu juga biar produk mereka dikenal oleh negara lain, jadinya bisa mandiri deh,” kata Marla.
Diki tiba-tiba kagum terhadap Marla, ternyata karena sering menonton drama Korea yang selama ini dia anggap tidak penting, Marla jadi tahu banyak hal tentang negara itu. Marla yang sadar kalau Diki mulai kagum terhadapnya, semakin bersemangat untuk menceritakan kembali pengetahuannya tentang Negara Korea. Mungkin niatnya Marla biar Diki tambah kagum kali ya.
Marla memberi tahu kepada Diki bahwa Korea itu terbagi menjadi dua, ada Korea Selatan dan juga Korea Utara. Nah, drama Korea yang selama ini ditonton oleh Marla adalah buatan Korea Selatan, segala hal yang digambarkan di dalamnya tentang sosial kebudayaan masyarakat Korea Selatan. “Di Korea Selatan itu, semua pria mulai dari yang usia 19 sampai 35 tahun itu harus ikut wajib militer Dik.”
“Semua-muanya?” Diki memajukan mukanya mendekat ke Marla.
“Yaa yang udah dipastiin siap mental dan sehat fisik pastinya lah Diik,” lima jari Marla mengarah ke muka Diki yang secara perlahan mendorongnya sampai pada posisi semula.
Tentang wajib militer di Korea Selatan-1
Marla menceritakan ke Diki kalau wamil itu dilakukan karena sampai hari ini, secara teknis Korea Selatan masih berperang dengan Korea Utara, negara tetangganya yang terkenal sangat tertutup. Korea Selatan menginginkan semua masyarakatnya dalam kondisi siap ketika sewaktu-waktu terjadi perang kembali.
Kedua negara ini mulai berperang pada tahun 1950, kira-kira sampai 1953. Akhirnya para 27 Juli 1953, Korea Selatan dan Korea Utara melakukan gencatan senjata.
“Meskipun dua-duanya udah gencatan senjata, tapi diam-diam mereka tetap bermusuhan Dik. Yaa baru tahun ini sih, kalo gue nggak salah bulan April kemarin masing-masing kepala negara ketemuan dan ngomongin perdamaian.” Marla coba memberitahu Diki.
Diki menengok ke belakang sambil mengangkat tangannya, “Es teh 2 ya Mba. Terus-terus Mar?”
Kalau dilihat dari sejarahnya, perang antara Korea Selatan dan Korea Utara ini dilatarbelakangi oleh adanya pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Korea Utara, pada batas garis lintang 38° yang membatasi kedua negara.
Nah, tentara Korea Utara beralasan kalau pelanggaran yang dilakukan itu karena sebelumnya pasukan Republik Korea (Korea Selatan) di bawah pimpinan Syngman Rhee, juga telah menyeberangi batas garis lintang 38°. Karena itulah pihak tentara Korea Utara ingin menangkap Syngman Rhee untuk dieksekusi. 
Penyebab perang korea utara dan korea selatan
“Wah mati dong berarti si Syngman Rhee-nya?” Dikit yang penasaran coba memastikan ke Marla.
“Hampir Dik, tapi ngga jadi. Soalnya Dewan Keamanan PBB langsung mengecam Korea Utara lewat Resolusi No. 83 yang isinya tuh, merekomendasikan negara anggota PBB segera memberikan bantuan kepada Republik Korea.” Kata Marla.
“Lah terus Korea Utara siapa yang bantuin?” Tanya Diki.
“Kalo Korea Utara itu didukung sama Uni Soviet dan Tiongkok (Cina) Dik,” Marla pun melanjutkan ceritanya. Ia sempat meminum terlebih dahulu es teh yang dipesan Diki. Mungkin Marla seret sedari tadi bercerita.
Nah, setelah pasukan PBB yang berasal dari 16 anggotanya terbentuk, Dewan Keamanan PBB memberi mandat kepada Amerika Serikat untuk memimpin pasukan PBB ke Korea. Di bawah komando Jenderal Douglas Mc Arthur, pasukan PBB berhasil mendesak pasukan Korea Utara sampai melewati garis lintang 38°.
Bahkan nih, pasukan PBB berhasil menduduki Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Hal tersebut dilakukan karena menurut Mc Arthur, keamanan di Semenanjung Korea bisa terjadi ketika kedua negara tersebut disatukan. 
anggota pasukan pbb
Akan tetapi, tindakan tersebut mendapat penolakan nih dari Tiongkok yang memiliki hubungan diplomatik dan ideologi dengan Korea Utara. Bagi Tiongkok, pendudukan Korea Utara itu merupakan strategi Amerika Serikat untuk memperluas pengaruhnya di Korea. Maka dari itu, Tiongkok mengirim pasukannya untuk membantu pertahanan Korea Utara.
Tindakan yang diambil oleh Tiongkok sempat membuat Mc Arthur dan beberapa politisi Amerika mengusulkan untuk menyerang Tiongkok dan menghancurkan markas Tentara Rakyat China yang memasok kebutuhan perang Korea Utara. Akan tetapi keputusan itu ditolak oleh Presiden Truman. Truman justru memerintahkan Mc Arthur untuk tidak melewati perbatasan Tiongkok-Korea.
Apakah karena keputusan Truman itu akhirnya perang kepentingan di Korea selesai?
Tentu saja tidak. Pada tanggal 4 Januari 1951, pasukan gabungan Tiongkok-Korea Utara menyerang pasukan PBB sampai terdesak dan membuat ibu kota Korea Selatan, Seoul jatuh ke tangan pasukan Tiongkok-Korea Utara.
“Nah gara-gara itu, Dewan Keamanan PBB sidang lagi Dik. Hasil sidangnya itu mutusin kalo tindakan Tiongkok salah, terus konsekuensinya diterapin embargo ekonomi deh buat Negara Tiongkok,” ucap Marla. 
Apa itu embargo ekonomi
Pada tanggal 12 Maret 1951, pasukan PBB yang telah mengkonsolidasikan diri berhasil merebut kembali Kota Seoul, Korea Selatan. Nah perang itu terus berlanjut sampai tahun 1953.
Keduanya terus saling serang, saling rebut merebut wilayah. Akan tetapi, dalam pertempuran ini Korea Utara lebih lemah dari segi teknologi persenjataan, dibandingkan dengan Amerika Serikat yang membantu Korea Selatan.
Sambil geleng-geleng dan tangan kanannya menggaruk kepala, Diki bilang “Gila pinter banget si lu Mar.”
“Ya itu gara-gara awalnya gue cuma nonton drama Korea sama dengerin K-Pop. Dari situ gue mulai tertarik buat nyari tau tentang Korea lebih dalem lagi Dik. Dan gue juga langganan ruangbelajar, buat belajar materi sejarah di sela-sela nonton drama Korea.” Kata Marla sambil mengangkat smartphonenya dan menunjukkan layar yang memperlihatkan sederet episode drama Korea. 
Akhir perang korea utara dan korea selatan
 Smarthphone Diki tiba-tiba berbunyi. “Woy lo di mana Dik?” Tanya teman kelas Diki.
“Lagi belajar ini,” jawab Diki dengan santainya.
“Mana? Lo nggak ada di kelas, dicariin Bu Dewi tadi lo di kelas.” Nada suara teman Diki sedikit khawatir.
“Lah ini gua lagi belajar sama guru gua yang baru,” jawab Diki sambil melirik ke Marla dan tersenyum.
Lanjut Baca
      edit